Ajari Anak Autis Berenang

Jumat, 16 Agustus 20130 komentar

Tidak gampang mengajarkan suatu hal pada anak-anak yang mempunyai kelainan mental atau autis. layaknya renang contohnya. dikarenakan olahraga iniakan berikan stimulus otak yang bagus. Tidak cuma anak normal yang dapat memperoleh kesenangan. layaknya bermain serta berenang. anak autis lalu dapat mengerjakannya. dengan ketelatenan orang tua, anak dapat berkembang dengan baik, terhitung dapat berenang di kolam renang umum atau water boom. Banyak alasan yang baik untuk membawa anak-anak berenang sedini barangkali. semakin muda mereka semakin gampang untuk belajar berenang. berenang adalah olahraga all round yang baik sekali. menolong mengembangkan pengendalian pernapasan serta bisa amat menyantaikan.

http://www.dpudt-jogja.org/wp-content/uploads/2012/05/therapy_lumba-lumba.jpg
Berenang adalah suatu hal aktivitas yang bisa berbarengan di nikmati oleh keluarga serta kerap adalah langkah yang baik untuk mempertemukan anak dengan orang tua. Biasanya anak kecil sukses sangat baik bila diperkenalkan ke air oleh ibu atau bapaknya. bila kita sendiri jadi kuatir pada air, coba pergi berbarengan seorang dewasa yang lebih yakin diri. Pergilah ke kolam renang anak-anak yang dangkal. tujuan biasanya yaitu membuat anak nikmati ada didalam air serta bergerak bebas mundur, maju, serta ke samping, tengadah, telungkup, bila barangkali dengan pelampung.

Jagalah supaya setiap aktivitas jalan singkat. anak dapat belajar semakin banyak didalam kunjungan singkat namun kerap dari pada kunjungan yang lama namun cuma terkadang. perihal yang butuh dikerjakan untuk mengembangkan yakin diri pada air pada anak-anak dengan keterbelakangan mental ini yaitu, pada kunjungan pertama, ajaklah anak untuk berjalan-jalan tanpa betul-betul berenang. Ini dapat memberinya kesempatan untuk anak supaya melihat apa yang dapat berlangsung serta membiasakan diri dengan situasi, kebisingan serta area yang baru. itu dapat bikin anak-anak merasanya mempunyai peluang untuk beradaptasi. kata psikolog anak alumni Universitar Indonesia ( UI ), dr savitri yulia, dihubungi sekian waktu lantas.

Tidak hingga di situ saja, Yulia juga merekomendasikan anak-anak lihat kamar ubah, loker serta mengulas apa yang dapat dikerjakan pada kunjungan selanjutnya. bila waktu kunjungan selanjutnya perihal yang perlu dikerjakan didalam air menurut Yulia yaitu, pegang anak dekat-dekat serta naik turunkan anak dengan lembut ke didalam air. dengan bertahap serta perlahan, sampai kakinya basah. perkenalkan anak di kolam dangkal terutama dulu supaya anak dapat duduk, merangkak atau sebatas jalan maju mundur sampai bahunya basah.

Kedepannya sesampai di kolam sedalam satu mtr. atau lebih, upayakan supaya muka orang tua serta muka anak sama tinggi. pegangi tubuhnya di ketiaknya. perlahan basahi kepalanya serta berwajah. lantas alihkan ke bawah dada serta pinggulnya, posisi anak terus telungkup. ini dapat dapat menolong menenangkan anak, tuturnya. Bila merasa anak telah mulai tenang, upayakan supaya tangan serta kakinya dapat bergerak didalam air dengan menendang kaki serta mengayuhkan lengan. tengok terus, apakah anak menikmatinya. bila dapat teruskan memberinya motivasi untuk menghembuskan air perlahan-lahan saat menenggelamkan berwajah didalam air. bila butuh serta sangat mungkin, gunakanlah ban pelampung berupa lingkaran atau gelang lengan untuk keamanan. kadang-kadang membawa mainan layaknya bola atau perahu-perahuan dapat menolong anak lebih tenang. Tenangkan anak bila mereka jadi panik, atau segera keluar dari kolam bila anak mulai gelisah serta berteriak. tenangkan mereka serta coba kembali sistem mengenalkan kolam pada anak, kata psikolog berjilbab tersebut.

Terapi lumba-lumba

Apabila si kecil pasien autis telah hobi berenang, barangkali anda dapat mengajaknya untuk lakukan terapi lumba-lumba. sesuatu terapi yang disinyalir amat berguna untuk si autis. sepanjang berabad-abad, dolphin dikenal sebagai mahluk yang cerdas serta baik hati. cerita tentang kepahlawanan mereka membantu perenang-perenang yang kecapaian telah ada sejak zaman dahulu.

Beberapa dokter sekarang ini coba menggunakan dolphin untuk terapi untuk anak dengan keperluan spesial. anak-anak ini senang ada didalam air yang hangat, menyentuh tubuh dolphin serta mendengar suara-suara yang dikeluarkan oleh dolphin-dolphin tersebut. didalam 2 dekade paling akhir ini sebagian terapis serta psikolog berpendapat bahwa berenang dengan dolphin memiliki kemampuan untuk mengobati. sebagian orang apalagi yakin bahwa getaran dolphin bisa mengobati sel manusia.

Beberapa dokter di dolphin-human therapy center yakin bahwa mahluk yang amat cerdas ini bisa menolong anak-anak dengan beragam masalah saraf, apalagi anak dengan sindroma down serta autisme. getaran sonar dolphin yang unik bisa mengindentifikasi masalah saraf pada manusia, lantas menenangkannya hingga lebih gampang dapat terima pelajaran serta pengobatan. tetapi banyak juga beberapa ilmuwan yang berpendapat bahwa anak-anak cuma suka bersentuhan dengan dolphin, serta berenang dengan dolphin cuma adalah satu rekreasi saja.

Sesuatu penelitian dikerjakan di dolphin-human therapy center di key largo, florida. david cole, seorang ilmuwan didalam bidang neurology menciptakan alat spesial untuk mengukur effek dari dolphin pada otak manusia. cole memperoleh bahwa ada satu pergantian apabila manusia berhubungan dengan dolphin. sesudah berhubungan dengan dolphin diperoleh bahwa anak-anak tersebut jadi lebih tenang. banyak peneliti berpendapat bahwa relaksasi inilah yang disebut penyebab kesuksesan terapi lumba-lumba. berdasar sebagian peneliti, relaksasi merangsang sistem kekebalan tubuh.

sumber : autis.info
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger