Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Senin, 19 Agustus 20130 komentar

Didalam histori perubahan olahraga renang, ada kemajuan pengetahuan perihal pertolongan pertama pada kecelakaan. pertolongan tersebut diberikan pada korban yang alami perihal seperti berikut.

Pingsan
pingsan bisa berlangsung dikarenakan kelelahan waktu berenang atau dikarenakan mengidap
penyakit lain seperti typhus atau penyakit ayan. pertolongannya yaitu seperti berikut, siswa dibaringkan di area yang safe, teduh serta kering. posisi tubuh terlentang pada dimiringkan baju renang dikendurkan di bagian yang menghalangi pernapasan serta pada pernapasannya diberikan minyak cologne. pertolongan pertama pada korban yang tenggelam yaitu seperti berikut :
  1. Baringkan tubuh korban didalam posisi terlentang dan kepala menghadap ke belakang
  2. Berikanlah napas buatan dengan meniupkan hawa napas pada mulut korban.
  3. Miringkan kepala korban serta buka mulut korban dengan jari-jari tangan anda
  4. Didalam posisi miring periksa denyut nadi korban di bagian leher
  5. Periksa mata korban
  6. Kerjakan napas buatan yang ke-2 dengan menghimpit tulang rusuk dada sisi bawah berkali-kali.
  7. Jika napas korban telah normal, ganti posisi terlentang jadi telungkup kepala dimiringkan.
  8. Jika PPPK yang anda kerjakan belum juga sukses, segera bawa ke dokter atau rumah sakit paling dekat.

Kram
Kram kerap dihadapi oleh siswa yang tengah belajar renang, berlangsung disebabkan gerak renang yang melelahkan otot. kram juga bisa berlangsung disebabkan suhu dingin serta kekurangan cairan garam didalam tubuh. yang sangat kronis apabila berlangsung kram
perut, jika berlangsung kram perut pada siswa waktu belajar renang tak ada alternatif lain segera dibawa ke dokter.


                                  Tindakan Penyelamatan Pada Aktivitas Selam

Jika lihat teman selam alami kesusahan didalam air sesegera barangkali berikan pertolongan dengan terlebih dulu mengamati kesulitannya. yang butuh di perhatikan yaitu penyelam yang alami kepanikan. karenanya kerjakan tehnik mendekati penyelam seperti berikut :
  • Mendekati korban dengan isyarat/teriakan supaya tenang.
  • Sesudah dekat dengan korban katakan pesan yang menenangkan. seperti “ oke saya dapat menolong, anda tenang dulu”.
  • Menggapai power inflator house serta kembangkan bcd.
  • Tarik korban dari arah posis belakang dengan terus berikan pesan yang menenangkan.
  • Sesudah dekat kapal/pantai lepaskan peralatannya.
  • Berikanlah pertolongan untuk naik ke kapal/pantai.
Dari sekian banyak situasi darurat yang bisa berlangsung setiap saat menyelam yakni kondisi “tanpa udara” adalah perihal yang sangat riskan penanggulangannya, bertahun-tahun orang memperdebatkan cara apa yang terbaik untuk dikerjakan untuk hadapi situasi pada waktu “kehabisan udara”. sebenarnya, tak ada satu carapun yang disepakati sebagai cara yang memuaskan serta berikan jaminan keselamatan untuk penyelam. persatuan olah raga selam semua Indonesia, tawarkan cara-cara atau prosedur yang dikira “layak” untuk menangani situasi darurat tersebut. di mana cara untuk hadapi situasi darurat bisa dibedakan didalam dua kelompok, yakni :

1. Dengan ”bantuan”menghadapi situasi darurat penyelam dengan pertolongan dibagi jadi dua adalah :

a. octopus assisted ascent ( oaa )

OAA bisa dikerjakan didalam perihal seorang penyelam berikan pertolongan hawa pada mitranya yang kehabisan hawa, melewati “extra second stage” yang lazim dimaksud “octopus”. dikarenakan cara ini relatif safe serta gampang pelaksanaanya karena tiap-tiap penyelam bernafas melewati sesuatu “second stage” tersendiri.

b. Buddy Breathing( BB )

Di kerjakan lewat cara bergantian bernafas melewati satu “second stage” dari satu regulator si penolong ( donor ). sebaiknya terus-terusan dikerjakan sembari naik kepermukaan dengan teratasi, dikarenakan itu buddy breathing kerap juga dimaksud Buddy Breathing Ascent ( BBA ).

2. Dengan “Berdikari”

Cara hadapi situasi darurat yang berlangsung didalam penyelaman, terutama kehabisan hawa, barangkali mesti dikerjakan sendiri oleh pasien, didalam perihal ini tak ada lagi mitra yang dapat dimintai pertolongan.

a. Emergency Swimming Ascent ( ESA )

Ini yaitu cara hadapi situasi darurat dengan berdikari yang terutama di mana si penyelam yang kehabisan hawa berenang kepermukaan dengan teratasi sembari terus-terusan menghembuskan hawa keluar, untuk melindungi supaya tidak berlangsung pengembangan paru-paru yang terlalu berlebih.

b. Buoyancy Ascent ( BA )

Yaitu prosedur “berdikari” pilihan terahkir. dikerjakan lewat cara buang weight belt serta memakai daya apung positif yang didapatkan embangkan bc di kedalaman. buoyency ascent dipraktekan bila penyelam serius lakukan bahwa ia mustahil bisa meraih permukaan dengan berenang. buoyency ascent dari kedalaman amat beresiko dikarenakan ada kemungkinan gerak laju kepermukaan dapat jadi tidak teratasi. buoyency ascent ini kerap dimaksud juga emergency atau exhaling buoyency ascent.

sumber : istanah pesisir
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger