Cara Mengajari Anak Berenang

Selasa, 15 November 20160 komentar

 Renang merupakan suatu aktivitas menusia dilingkungan air yang sudah dikenal sejak dulu. Aktivitas fisik ini kemudian berkembang menjadi sebuah cabang olahraga. Renang merupakan gerakan adaptasi menusia yang bertujuan untuk tetap bertahan dipermukaan air sambil bergerak maju. Sebenarnya renang dapat dilakukan oleh semua orang, mulai dari sekedar hobi, olahraga, hingga pekerjaan yang membutuhkan penerapan renang. Kita ambil contoh nelayan yang perlu mengetahui dasar renang dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Para nelayan  tidak sama sekali melakukan latihan privat dari pelatih renang untuk dapat menerapkannya. Merekan melakukannya dengan cara melihat, bertanya dan menerapkannya berdasarkan pengamatannya secara otodidak. Hal ini mulai dilakukan sejak mereka masih masa kanak-kanak.
 Orang-orang dipesisir  banyak yang memiliki anak yang sudah pandai berenang sejak dini (walaupun mungkin tidak memahami penerapan gaya-gaya renang).  Dasar renang sudah diketahui anak-anak umumnya untuk bertahan hidup (pada daerah atau wilayah yang rumahnya diatas permukaan air atau laut). Selain itu, anak-anak ini kemudian sering memanfaatkan keterampilannya tersebut untuk membantu Orang Tua mereka sebagai nelayan.

Pentingnya mengajarkan anak berenang

 Terlepas dari hal diatas, dapat dilihat bahwa anak-anak juga perlu diajarkan cara berenang (walaupun mungkin ada Orang Tua yang berpendapat hal itu tidak perlu dan berbahaya). Mengajarkan anak-anak untuk berenang sejak dini dapat membuat kepribadian anak semakin baik. Salah satu manfaat misalnya anak akan suka dan sering melakukan olahraga ini (walaupunawalnya hanya sebagai hiburan dan hobi), melihat banyak anak-anak zaman sekarang mengalami obesitas dini karena aktivitas yang pasif. Disisi lain, mengajarkan keterampilan renang juga dapat membuat anak secara tidak langsung mempelajari cara bertahan hidup pada air sejak dini (menjadi bekal prinsip bila suatu saat terjadi kecelakaan laut). Keuntungan lainnya adalah anak sudah terbiasa berenang, sehingga saat tumbuh besar anak dapat dengan mudah mengikuti tes yang membutuhkan keahlian renang (misalnya tes aparat negara atau polisi/militer, menjadi pelaut, dan atlet renang). Dengan kata lain, tidak ada salahnya mengajarkan anak untuk berlatih renang sejak dini sebagai bekal untuk kedepannya.
Tahap mengajarkan anak berenang
Ketika kita siap mengajarkan anak untuk berenang, maka kita perlu berpikir tentu hal ini akan diterapkan secara bertahap. Tentu dalam melatih anak kita mungkin membutuhkan kesabaran yang lebih dan waktu yang lebih ekstra. Beberapa tahap yang bisa dilakukan antaralain:

1.      Biasakan anak dengan kondisi basah
Hal ini biasanya dilakukan pada anak dengan umur anak yang masih muda, yang tujuannya membangun keberanian serta bertujuan membuat anak lebih suka dengan lingkungan air. Hal ini dilakukan dengan sering membuat anak bermain air di kolam yang dangkal. Pada anak dengan umur lebih besar (usia anak SD), biasanya diberikan penjelasan tentang kolam dan secara perlahan anak diinstruksikan masuk ke kolam dan berpegangan pada tepi kolam. Hal ini juga memberikan waktu agar anak berani di dalam kolam. Jika anak takut, maka bisa dimulai dengan duduk di tepi kolam dengan kondisi kaki masuk ke kolam dan mulai menendang-nendang air kolam. Sambil meyakinkan anak, hal ini dapat membangun keberanian anak. Beberapa instruktur kadang memulai pengenalan kolam dengan melakukan games-games di sekitar kolam.

2.      Mengajarkan dasar berenang
Anak-anak diminta mengahadap ke tepi kolam dengan tangan memegang tepi kolam. Kemudian anak diinstruksikan mengangkat seluruh badan dan kakinya ke permukaan air, sambil tangan tetap memegang pada tepi kolam (dalam hal ini anak pada posisi tengkurap). Jika anak kesusahan mengangkat badannya ke permukaan, maka instruktur dapat membantu anak mengangkat badannya ke permukaan air dengan disanggah, karena beberapa anak mungkin masih ragu dan kaku untuk melakukannya sendiri. Setelah anak pada posisi tengkurap, anak diinstruksikan mulai mengayun-ayunkan kakinya pada permukaan air tersebut.
Seskali anak juga diinstruksikan meniup air, mengangkat dagu hingga sebatas permukaaan air lalu meniup air lagi. Hal inibertujuan membiasakan anak mengubah posisi kepala agar berada di dalam air dan diatas permukaan air agar anak bisa terbiasa dan tahu bagaimana cara mengatur dan mengambil napas. Jika anak sudah mahir, maka anak juga bisa diinstruksikan memasukkan kepalanya secara utuh ke dalam air lebih lama lalu mengambil napas kembali diatas permukaan. Jika sudah terbiasa, maka anak tidak akan panik ketika berenang.

3.      Mengajari dasar mengapung
Dasar dari penerapannya mungkin hampir mirip dengan poin sebelumnya, namun pada tahap ini kita bisa memegang kedua tangan anak dengan tubuh dak kaki sambil diapungkan pada permukaan air. Secara perlahan anak dapat dibawa dengan mengitari kolam, menuju ketengah lalu balik lagi (dengan kedua tangan yang masih dipegang oleh instruktur). Hal ini bertujuan membiasakan anak dalam posisi tengkurap. Ketika anak sudah terbiasa dan rileks maka salah satu tangan dapat dilepas (hanya satu tangan yang memegang tangan anak), yang bertujuan membuat anak juga mulai belajar mengayunkan tangannya didalam air. Teparkan hal ini secara bergantian pada kedua tangannya, agar anak dapat terbiasa menggerakkan tangan dalam air sambil tetap menggerakkan air. Ketika sudah mahir maka mulailah melepaskan pegangan pada anak sesekali dengan menginstruksikan menggerakkan kedua tangan dan kakinya untuk dapat mengapung. 
Mungkin pada awalnya anak akan kesulitan, tapi secara perlahan anak dapat dipegan kembali, lalu metode ini diulang secara berkala. Pada tahap ini, anak diinstruksikan perlu menerapkan poin 1 (cara menjaga dagu di permukaan, dan memsukkan kepala dalam air). Beberapa intstruktu, biasanya memulai tahap mengapung dengan meminta anak baring terlentang menghadap keatas sambil menjaga tubuh anak hingga anak dapat dengan sendirinya rileks dan dapat mengapung sendiri tanpa disanggah, baru setelah itu membalikkan badan pada posisi tengkurap lalu mengajarkan cara mengapung dengan menjaga ayunan tangan dan kaki di dalam air.

1.      Mengajari anak melopat ke air
Tujuan dari latihan ini bukan hanya melatih anak agar bisa melompat ke kolam, namun bagaimana agar anak dapat kembali bertahan diatas permukaan air setelah melompat. Pertama-tama, anak diminta berdiri pada tepi kolam dengan menghadap ke kolam. Instruktur biasanya tetap berada di kolam sambil dengan tangan terentang memegang kedua tangan anak. Sambil dibimbing, anak diminta melompat maju ke dalam kolam lalu dibantu oleh instruktur untuk keluar ke permukaan air. Hal ini terus diterapkan hingga anak melompat dengan memegan satu tangan instruktur dan dibantu kembali keatas permukaan air.

Setelah lancar, anak diminta melompat dengan sendirinya ke dalam kolam (tanpa dipegang), namun saat dikolam dibantu oleh instruktur kembali keatas permukaan air. Jika anak sudah berani, maka anak diminta melompat serta belajar kepermukaan air dengan sendirinya menerapkan teknik mengapung (Pada tahap ini anak diminta melompat dan menerapkan teknik pada poin 1 dan poin 3). Namun perlu diingat, ketika anak melompat, maka hal ini perlu menjadi perhatian instruktur untuk segera membantu apabila anak memang kesusahan dalam menerapkannya.

2.      Menerapkan renang
Setelah anak mempelajari teknik dasarrengan (mengayunkan kaki), teknik mengambil napas, teknik mengapung, dan melompat, maka anak secara mandiri diminta untuk mengaplikasikan seluruh teknik yang dikuasainya menjadi satu. Anak diminta memulai renang pada sisi kolam hingga tempat instruktur berdiri (ditengah kolam dengan jarak awalnya dekat dan semakin menjauh dari garis start). Anak diminta berenang maju dengan mengayunkan tangan dan kaki sambil diselingi cara pengambilan napas hingga finis. Jika anak semakin lancar, maka jarak boleh di perpanjang sesuai dengan kemampuan anak. Ketika anak telah mahir, maka boleh diaplikasikan dengan melompat lebih dulu ke dalam kolam dan kemudian berenang ke garis finis. Perlu diingat, pada tahap ini tentu diharapkan anak dapat mandiri dengan keberanian serta penguasaan teknik yang diajarkan, namun dengan mandirinya anak maka instruktur tentu harus lebih waspada apabila anak membutuhkan bantuan segera.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger