Prinsip – Prinsip Belajar Renang

Minggu, 20 November 20160 komentar


Renang merupakan olahraga yang memerlukan aktivitas dari seluruh gerakan bagian tubuh. Renang merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh tanpa perlu berisiko mencederai tubuh. Bagi banyak orang, renang dapat menjadi olahraga rutin, menjadi hobi atau objek refresing, dan bisa dijadikan sebgai sumber mata pencaharian.
Bagi pemula, ada beberapa prinsip yang perlu di tanamkan dalam belajar renang. Prinsip ini menjadi dasar yang perlu dilakukan selama latihan dan untuk menjadi perenang yang handal. Untuk melakukan latihan, kita perlu mengatahui hal – hal apa saja sebenarnya yang perlu kita lakukan. Agar ketika kita latihan, kita tidak hanya menjadi pemula yang belajar renang yang terus – menerus berendam di tepi kolam, atau hanya lebih banyak berendam dibanding dengan latihan.

Cari teori tentang renang
Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah mencari teori – teori dasar tentang jenis renang, posisi renang, gerakan renang, cara pernapasan dan hal lain yang perlu diterapkan. Teori renang diperlukan agar pemula tidak menjadi buta dalam latihan. Kebanyakan pemula tidak mengetahui hal apa yang dilakukan untuk diterapkan, sehingga kebanyakan hanya menjadi pengunjung refresing di kolam. Akibatnya banyak yang hanya berendam di kolam atau lebih banyak bermain di kolam.
Teori renang dapat diperoleh dengan cara bertanya secara langsung kepada perenang – perenang yang sudah terbiasa atau terlatih. Atau bisa juga dengan mencari literatur atau bacaan di buku atau pada media online. Belakangan kita bisa mencari literatur dengan memanfaatkan media online berupa video renang. Dengan melihat video tutorial, akan lebih mudah mengetahu gerakan – gerakan renagn serta pada saat kapan gerakan tubuh berubah.

Percaya Diri

Salah satu faktor yang diperlukan dalam belajar maupun mengikuti kompetisi renang. Rasa percaya diri memgang peranan terutama bagi banyak orang yang baru belajar renang. Terkadang banyak orang yang baru belajar terutama jika di kolam renang umum, akan merasa minder atau kurang percaya diri. Para pemula cenderug merasa ragu untuk latihan di kolam bila terdapat banyak perenang lain yang biasanya tampak lebih lancar dan pandai dalam berenang. Padahal sebenarnya banyak dari mereka juga masih dalam tahap belajar renang. Mungkin bagi pemula, para perenang tersebut terlihat sempurna, padahal seaungguhnya biasanya mereka masih belajar melakukan teknik renang yg benar ataupun masih belajar mengatur teknik atau pola pernapasan. Faktor percaya diri juga mempengaruhi diri untuk mau berkembang dan terus berusaha. Orang yang memiliki rasa percaya diri yang kurang, cenderung akan merasa cepat lelah dan lebih banyak beristrahat di tepi kolam, padahal sesungguhnya stamina dan daya tahan napasnya masih terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu faktor psikis atau mental juga mempengaruhi aktivitas kita.


Sama seperti dalam latihan, rasa percaya diri juga diperlukan dalam melakukan kompetisi atau perlombaan renang. Banyak para perenang yang baru pertama kali mengikuti kompetisi cenderung merasa kurang percaya diri. Padahal bisa saja teknik dan cara berenangnya lebih baik dari peserta lain. Terlebih lagi jika ada teriakan pendukung atau gemuruh penonton, semakin membuat perenang merasa tidak percaya diri. Fokus pada renang adalah ketika kita pertama kali melakukan start dari tepi kolam, tentu pada saat tersebut akan banyak teriakan penonton yang akan berubah menjadi tekanan bagi perenang terutama pemula. Akibatnya langkah awal dalam melakukan start cenderung tidak maksimal dan akhirnya didahului oleh perenang lain.

Latihan keras
Latihan merupakan kunci sukses dalam menjadi perenang handal dan berpengalaman. Secara teori bisa saja perenang menguasai teknik – teknik yang telah disebutkan. Namun nyatanya, pengetahuan teori tanpa latihan yang cukup ternyata tidak cukup untuk dijadikan kunci untuk turun kompetisi. Teori hanya menjadi dasar untuk menjadi pengatar melakukan latiha. Pada latihan, kita menerapkan teori – teori sekaligus menyempurnakan teknik yang dikuasai.
Dalam menerapkan teori, kita tidak akan satu kali menguasai teknik renang secara sempurna, walaupun secara teori kita mengetahui gerakan seperti apa yang harus dilakukan. Dalam melakukan latihan, kita akan belajar mulai dari bentuk posisi tubuh beserta perubahannya selama melakukan siklus renang. Selain itu, kita juga bisa menyempurnakan gerakan tangan, gerakan kaki, serta posisi dan rotasi kepala.

Untuk pemula renang, latihan renang sambil didampingi pelatih renang dapat mempermudah dan mempercepat proses latihan. Sebab dengan adanya pendamping yang bisa menilai dan mengoreksi cara renang kita, maka kita bisa dengan cepat mendapat renang yang sempurna. Namun biasanya pelatih renang juga memerlukan bayaran untuk meluangkan waktunya dalam melatih. Bagi yang merasa sulit mengeluarkan uang, juga bisa mencari alternatif misalnya dengan mengajak teman.

Latihan sparing
Setelah berlatih cara renang, maka kita bisa menerapkan latihan tersebut secara langsung. Namun kita butuh sesuatu yang mampu mengukur seberapa berhasilnya usaha latihan kita. Salah satu cara untuk mengetahu hasil latihan kita adalah dengan latihan sparing. Latihan sparing disini bukanlah dalam rangka untuk melakukan kompetisi, namun untuk meihat seberapa jauh perkembangan kita dan sampai dimana batasan kita.
Sebaiknya, dalam melakukan latihan sparing, mintalah orang yang berpengalaman dalam renang atau ahli dalam renang untuk menjadi latihan sparing. Memang akan terasa sulit untuk mengikuti perenang ahli tersebut. Tapi dengan demikian, kita dapat berusaha untuk mengejar atau menyamai perenang ahli tersebut. Kita bisa membuat diri kita akan termotivasi untuk berusaha keras dalam berenang namun tetap bertahan menjaga agar posisi gerakan kita tetap benar. Selain itu kita mampu mengembangkan gerakan dan mengolah napas dengan baik jika melakukan sparing. Kita mencari selak serta merasakan posisi dan gerakan mana yang lebih cocok dengan diri kita. Selain itu, dengan latihan sparing kita akan terbiasa dengan jiwa kompetisi.

Sharing pendapat
Setelah melakukan latihan sendiri dan sparing, mintalah pendapat dari orang yang mengawasi kita latihan atau dari partner sparing kita. Cara ini menjadi sumber ilmu yang baik bagi perenang. Hal ini bertujuan untuk membuat kita semakin sempurna melakukan gerakan renang. Ketika melakukan latihan dan sparing, kita bisa saja melakukan kesalahan gerakan yang membuat renang kita menjadi tidak efisien. Ketika gerakan tersebut menjadi kebiasaan yang perlu dikoreksi, kadang kita tidak menyadari kesalahan tersebut. Pada saat ini kita memerlukan pendapat dari orang lain untuk mengoreksi kesalahan tersebut. Dari sharing kita akan memperoleh masukan berupa gerakan yang harus dikoreksi ataupun bahkan kita akan mendapatkan teori yang sangat baik yang belum pernah kita dapatkan.

Istrahat yang cukup
Setelah melakukan latihan dan sparing, tubuh juga membutuhkan istrahat. Biasanya setelah latihan, kita akan akan kehabisan napas dan lelah. Di sela latihan kita membutuhkan istrahat untuk mengembalikan fungsi napas. Hal ini lebih baik dilakukan setelah melakukan latihan maksimal atau untuk kembali mempersiapkan diri agar latihan maksimal. Selain itu, istrahat juga diperlukan sebagai jeda harian untuk mengistrahatkan fungsi otot setelah latihan.
Berolahraga atau latihan tanpa istrahat dapat membuat tubuh kelelahan dan mudah cedera. Ketika hal ini terjadi, akan butuh waktu lebih lama merecoveri kembali tubuh setelah cedera. Selain itu, jika terjadi cedera, maka secara otomats jadwal latihan kita terhambat. 

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger