Sejarah Kolam Renang (Part 2)

Rabu, 23 November 20160 komentar

Ukuran kolam renang

Panjang: Sebagian besar kolam renang di dunia diukur dalam satuan meter, namun di Amerika Serikat, kolam renang sering diukur dalam satuan kaki atau yard. Di Inggris kebanyakan kolam diukur dalam satuan meter, beberapa kolam tua diukur dalam satuan kilometer masih ada. Di Amerika Serikat, kolam cenderung berukuran 25 yard, 25 meter, atau 50 meter. Sekolah tinggi di Amerika dan NCAA sering melakukan kompetisi pendek (sekitar  25 yard). Selain itu, ada banyak juga kolam dengan ukuran panjang 33,5 meter, sehingga jika panjangnya dilakukan 3 kali bolak – baik maka keseluruhan mencapai 100 meter. Ukuran kolam ini umumnya digunakan untuk olahraga polo air.

Di USA, terdapat ukuran kolam dengan skala meter dan non – meter. Namun standar Internasional yang digunakan adalah meter, dan dalam rekor dunia, jarak renang yang diakui hanya pada renang pada kolam dengan jarak 50 meter, tapi renang dengan kolam ukuran 25 yard sangat umum di Amerika Serikat. Secara umum, semakin pendek ukuran kolam, maka semakin cepat waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak yanng sama. Hal ini dikarenakan karena keuntungan kecepatan yang didapatkan perenang saat melakukan dorongan kaki pada dinding setiap sampai di ujung kolam.
Lebar: Sebagian besar lebar kolam di Eropa adalah antara sekitar 10 dan 50 meter.

Kedalaman: kedalaman kolam renang tergantung pada tujuan kolam renang, dan apakah itu terbuka untuk umum atau hanya untuk penggunaan pribadi. Jika itu adalah kolam pribadi untuk tujuan santai, maka mungkin ukuran kedalaman kolam tersering sekitar 1 sampai kemiringan 2 meter (3,3 sampai 6,6 kaki). Jika itu merupakan kolam renang untuk umum yang dirancang untuk meyelam, mungkin kedalaman dasar kolam secara miring mulai dari 3 meter hingga 5,5 meter (10 hingga 18 kaki) pada bagian yang terdalam. Untuk kolam bermain anak, mungkin dapat memiliki ukuran kedalaman dari 0,3 meter hingga kemiringan terdalam sekitar 1,2 meter (1 hingga 4 kaki). Sebagian besar kolam renang umum memiliki kedalaman yang berbeda – beda, sesuai dengan kebutuhan perenang yang juga berbeda – beda. Dalam banyak aturan, setiap kolam wajib menunjukkan kedalaman kolam dengan jelas yang di tempelkan pada dinding atau tepi kolam.

Jenis kolam
Kolam dapat dibagi atas dua secara umum, yakni kolam jenis indoor (di dalam ruangan atau gedung) dan kolam jenis outdoor (di luar ruangan atau gedung). Kolam – kolam tersebut dapat memiliki berbagai variasi ukuran dan bentuk, serta dapat berada di dalam tanah (dibuat dengan cara mneggali tanah) atau berada di atas permukaan tanah. Kebanyakan kolam memilik perlengkapan yang bersifat permanene, dan ada juga yang bersifat sementara.

Kolam renang pribadi
Kolam renang pribadi biasanya lebih kecil dari ukuran kolam renang untuk umum, dengan rata – rata ukuran mulai dari 3,7 meter kali 7,3 meter (12 kaki x 24 kaki) hingga ukuran 6,1 meter kali 12,2 meter (20 kaki x 40 kaki), sedangkan kolam renang untuk umum biasanya mulai dari 24 meter (80 kaki). Kolam pribadi dapat dibuat secara permanen, atau hanya bersifat sementara yang kemudian dapat dibongkar kembali setelah musim pada lewat. Masyarakat mulai memiliki kolam pribadi di luar rumah yaitu di halaman belakang rumah atau di kebun/taman mulai menjamur pada tahun 1950 di daerah yang memiliki iklim musim panas, terutama di Amerika Serikat.
Kolam renang pribadi di sekitar rumah saat ini sudah semakin berkembang. Misalnya, di London banyak rumah yang berukuran besar di renovasi dengan membuat kolam di dalam rumah (indoor), biasanya di ruang bawah tanah atau di konservatorium.
Banyak negara sekarang memiliki persyaratan untuk membuat pagar atau pelindung untuk kolam renang pribadi, yang membuat kolam harus yang terlindung dengan pagar misalnya sehingga anak – anak dengan umur enam tahun atau lebih muda tidak dapat masuk. Banyak negara yang perlu menerapkan aturan perlindungan anak – anak yang tinggal ataupun mengunjungi rumah yang memiliki kolam. Walaupun mungkin banyak pemilik kolam yang enggan memasang pelindung kolam untuk menjaga aspek visualnya. Tidak ada konsensus antar negara yang mengatur persyaratan untuk membuat pelindung kolam renang pribadi.

Kolam renang anak – anak
Kolam renang anak - anak terbuat dari polyvinyl chloride yang bersifat sementara dan di jual – jual murah di supermarket. Kolam ini biasa di pakai saat musim panas tiba dan simpan kembali. Kolam ini biasa di pakai di luar ruangan (outdoor) dengan bentuk kolam yang dangkal. Dinding – dinding kolam di kembangkan dengan memompa angin (seperti balon). Setelah selesai digunakan, air dari baknya dibuang dan angin dari kolam di kempiskan, sehingga kolam dapat dilipat dan disimpan kembali.

Kolam renang umum
Kolam renang umum sering dibangun di tempat – tempat pusat hiburan besar atau di komplek rekreasi. Pusat rekreasi ini biasanya memiliki lebih dari satu kolam renang, seperti kolam renang indoor, kolam outdaor (dengan air yang di klorinisasi, air asin atau di ozonisasi), bisa juga kolamnya di sediakan pemanas sehingga terdapat fasilitas kolam air panas, sertakadang disertai kolam kecil yang dangkal untuk anak – anak. Biasanya juga terdapat sauna dengan kolam air padan atau tempat spa

Banyak hotel kelas atas dan resort tempat liburan memiliki kolam renang untuk digunakan oleh tamu mereka. Jika kolam di buat di gedung yang terpisah, maka gedng tersebut dinamakan natatorium. Bangunan seperti itu kadang – kadang juga memiliki fasilitas untuk kegiatan air yang terkait, seperti adanya tangki penyelam.  Kolam yang memiliki ukuran besar kadang – kadang memiliki papan loncat yang terdapat pada di atas salah satu sisi kolam.
Banyak kolam renang umu berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang antara 25 meter atau 50 meter, atau bisa juga dengan ukuran lain serta bentuk yang berbeda pula (bukan persegi panjang). Ada juga kolam dengan fasilitas lebih, misalnya terdapat air terjun buatan, air mancur, mesin pembuat gelombang air, kedalaman bervariasi serta jembatan.
Beberapa fasilitas renang memiliki loker sendiri untuk pakaian dan barang – barang lainnya. Beberapa loker kadang memerlukan biaya pemeliharaan sehingga untuk menggunakannya biasa perlu membayar atau membuat deposit terlebih dahulu.

Kolam natural (alami)
Kolam alami mulai dikembangkan di Eropa Tengan dan Barat pada awal dan pertengahan 1980an yang dikembangkan oleh artisek dan desainer khusus lingkungan. Kolam – kolam ini semakin populer sebgai alternatif untuk kolam renang tradisional. Kolam alami tidak memakai bahan kimia atau perangkat disinfeksi atau bahan pembuat steril air. Semua pembersihan kolam dilakukan secara alami dengan memanfaatkan siklus air melalui filter biologi dan tanaman berakar dengan sistem hidroponik. Pada intinya, kolam renang alami berusaha menciptakan danau renang, dimana orang – orang merasa aman untuk berenang tanpa takut tubuhnya tercemar, sehat dan seimbeang secara ekologi air.



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger