Sejarah Kolam Renang (part 3)

Kamis, 24 November 20160 komentar

Jenis kolam renang

Kolam renang kompetisi
Federation Internationale de la natation (FINA) merupakan federasi internasional renang menetapkann standar ukuran untuk kolam kompetisi: 25 atau 50 meter (82 atau 164 kaki) dan setidaknya kedalaman 1,35 meter (4,4 kaki). Kolam kompetisi umumnya berada secara indoor dilengkapi pemanas agar bisa digunakan sepanjang tahun dan untuk menyesuaikan dengan aturan mengenai suhu air, pencahayaan serta peralatan lainnya.
Kolam renang Olimpiade (pertama kali  digunakan pada Olimpiade 1924) merupakan kolam renang yang memenuhi standar tambahan FINA untuk Olimpiade dan acara kejuaraan dunia. Ukuran panjang harus 50 meter (160 kaki), lebar 25 meter (82 kaki) dan dibagi menjadi delapan lajur, tiap lajur selebar 2,5 meter (8,2 kaki) dengan masing – masing ditambahkan dua bidang pada tiap sisi kolam selebar 2,5 meter (8,2 kaki).  Suhu air harus dijaga pada suhu 25 hingga 28 derajat Celcius (sekitar 77 hingga 82 derajat Fahrenheit) dan tingkat pencahayaan sekitar lebih dari 1500 lux. Ukuran kedalaman minimal harus 2 meter (6,6 kaki), danjuga terdapat peraturan untuk tali pemisah lajur, posisi bendera pada perenang gaya punggung (5 meter dari setiap dinding), dan sebagainya. Kolam yang disebut sebgai kolam renang Olimpiade, tidak selalu memenuhi peraturan ini.

Kolam latihan
Dalam dua dekade terakhir, kolam renang model baru telah semakin dikenal, kolam ini terdiri dari sebuah bak kecil (ukuran biasanya sekitar 2,5 x 5 meter) di mana perenang berenang di tempat, dikarenakan adanya dorongan arus air yang dibuat dengan peralatan moderen. Kolam seperti ini biasa disebut sebgai mesin renang atau swimming system.

Kolam spa dan hot tub
Kolam air panas atau kolam spa untuk umum digunakan untuk relaksasi dan kadang – kadang untuk terapi. Spa atau sauna yang secara komersial biasa terdapat di daerah sekitar kolam renang dari klub – klub kesehatan atau pusat kebugaran. Klub Spa mungkin memiliki kolam dengan ukuran besar yang di sertai dengan alat pengatur suhu. Di jepang, banyak klub spa laki – laki dengan berbagai ukuran memiliki pengaturan suhu. Spa komersial umumnya terbuat dari beton dengan dinding dari ubin. Hot tub biasanya dibuat denganbentuk agak seperti tong anggur dengan sisi yang lurus, terbuat dari kayu. Memasukkan kepala  di dalam air pada tempat spa atau hot tub tidak dianjurkan karena berisiko terjebak dibawah air karena adanya fungsi dari pompa hisap. Namun beberapa ahli pembuat kolam seperti ini harus mematuhi beberapa standar keamanan untuk mengurangi resiko tersebut.
Alat spa rumahan merupakan barang yang menjadi usaha ritel di seluruh dunia yang di negara – negara barat berkembang sejak tahun 1980an. Alat spa tersebut dijual di toko – toko yang menjual peralatan dan kebutuhan spa, di toko yang menjual perlengkapan kolam renang, departement store, online serta melalui katalog – katalog penjualan. Spa rumahan biasanya jalan dengan suhu 36 hingga 39 derajat celcius (atau 97 hingga 102 derajat fahrenheit).

Kolam laut
Diawal abad 20, terutama di Australia, dibangun kolam laut (Ocean Pool), biasanya di bagian tanjung – tanjung dengan dinding yang terbuat dari batuan. Air masuk ke kolam melalui muntahan ombak atau pasang yang mengenai tepi kolam. Hal ini berlanjut menjadi sebuah kebiasaan di Eropa hingga semakin berkembang saat ini


Saat ini ada sekitar 100 kolam laut di New South Wales, yang memiliki berbagai ukuran mulai dari kolam – kolam kecil dengan ukuran panjang sekitar 25 meter, hingga ukuran besar mencapai 50 meter kali 100 meter (terdapat di Newcastle).

Infinity pool
Infinity pool juga memiliki nama kolam yang dengan tepi mengghilang atau tidak memiliki tepi. Ini merupakan kolam renang yang menghasilkann efek visual air yang meluas untuk melihat pemandangan jauh di luar kolam. Air yang mengalir pada tepikolam tampak seperti mengali jatuh ke laut, atau danau atau tempat berair lainnya.

Kegunaan lain
Kolam renang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti acara renang, polo air, dan olah raga air seperti hoki bawah air dan rugby bawah air, serta olahraga diving. Kolam juga bisa menjadi tempat pelatihan atau belajar untuk menyelam, life rescue dan teknik scuba diving. Selain itu kolam juga dimanfaatkan untuk pelatihan khusus seperti pelatihan survival air bagi kru pesawat dan kru kapal selam,  serta pelatihan untuk astronot.

Kebersihan
Tingkat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan virus di dalam air kolam renang harus tetap rendah untuk mencegah penyebaran penyakit petogen. Bakteri, ganggang dan larva serangga bisa masuk ke dalam air jika kolam renang jarang dibersihkan. Alat – alat dan bahan seperti pompa, filter mekanik serta disinfektan sering digunakan untuk membersihkan air.
Disinfektan kimia, seperti klorin (biasanya dalam bentuk garam hipoklorit, seperti kalsium hipoklorit) dan bromin, biasanya digunakan untuk membunuh mikroorganisme patogen. Jika tidak dipelihara dengan baik, sanitasi kimia dapat menghasilkan efek samping tinggi dari disinfeksi. Air kolam dapat dibersihhkan jika secara teori menjadi tampak hijau pada saat terkandung sejumlah garam besi atau tembaga klorida yang terdapat di dalam air.

Penutup
Biaya perawatan kolam akibat pemanasan bisa dikurangi secara signifikan dengan menggunakan penutup kolam renang. Penggunaan penutup kolam renang juga dapat membantu mengurangi kebutuhan penggunaan bahan kimia (seperti klorin dan lain – lain) pada kolam. Kolam renang outdoor yang mendapatkan panas dari matahari, menyerap 75 hingg 85 persen dari energi surya yang menyinari permukaan kolam. Meskipun penggunaan penutup kolam dapat menurunkan jumlah total panas matahari yang diserap kolam renang, penutup dapat mencegah kehilangan panas air akibat penguapan serta menjaga agar air tidak kehilangan panas pada malam hari karena efek isolasi dari penutup yang membantu menjaga suhu kolam. Kebanyakan kolam renang kehilangan panas melalui proses penguapan air.
 Efektifitas kehangatan pada kolam tergantung pada jenis penutup kolam. Penggunaan penutup thermal bubble dirancang untuk meminimalkan kehilangan panas pada kolam air panas. Biasanya penutup ini dipasang pada musim semi dan musim gugur ketika perbedaan suhu air kolam dan suhu udara terlalu besar. Penutup kolam ini bisa di buka pasang. Namun penutup ini biasanya bertahan hingga empat sampai lima tahun sebelum akhirnya akan rusak. Penyebab kerusakan diakibatkan paparan sinar matahari dari luar dan efek penguapan klorin yang mengenai penutup.
 Penutup yang terbuat dari vinyl menyerap lebih banyak sinar matahari langsung, sehingga suhu meningkat lebih cepat, tapi akhirnya mencegah kolam renang mencapai suhu tinggi. Penutup vinyl terbuat dari bahan yang lebih berat dan memiliki ketahanan lebih lama dari thermal bubble. Penutup – penutup kolam semakin berkembang saat ini, saat ini terdapat penutup kolam yang pengoperasian atau penggunaannya bersifat manual, semi-otomatis, atau otomatis. Untuk penutup manual bisa dilepas pasang, sedangkan yang semi ototmatis menggunakan dinamo roll untuk menggulung penutup dengan bantuan listrik. Untuk yang full otomatis secara paten yang bisa dikendalikan dengan tombol untuk menutup dan membuka.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger