Tips Renang Gaya Bebas

Senin, 28 November 20160 komentar

Renang gaya bebas merupakan salah satu cara renang yang dapat dijadikan pilihan sebagai gerakan renang yang efektif pada segi kecepatan. Renang gaya bebas dapat juga digunakan sebagai gerakan renang yang bisa digunakan secara santai dengan mempertahankan kecepatannya baik secara lambat, kecepatan sedang, atau bahkan lebih cepat tanpa. Keuntungan renang gaya bebas juga cenderung lebih menghemat stamina dan tidak mudah lelah dibanding renang gaya lainnya.
Dalam menerapkan gaya bebas sebenarnya mudah dilakukan, namun untuk mendapatkan gerakan gaya renang bebas yang baik kadang masih sulit diterapkan. Hal ini dapat dipengaruhi kesalahan-kesalahan kecil yang tidak dipahami, sehingga menyebabkan sebagian atau sedikit gerakan yang kurang tepat dan berdampak dengan menurunnya daya dorong. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kebiasaan. Semakin sering perenang tersebut berlatih menerapkan teori, maka semakin terbiasa dan terampil pula tubuhnya dalam melakukan gerakan tersebut hingga pada akhirnya akan lancar.

Tips-tips

1.      Buatlah kepala tetap segaris atau sejajar dengan sumbuh tubuh sambil melihat kebawah (yaitu melihat ke dasar kolam). Sebaiknya jangan sering melihat lurus kedepan (kepala mendongak), karena jika tidak hal ini dapat membuat kita cenderung akan mengangkat kepala. Jika kepala terangkat, dapat membuat pinggul dan kaki akan condong jatuh lebih kebawah atau lebih dalam (sumbu tubuh menjadi miring). Sehingga hal ini justru akan membuat diri kita lebih bekerja ekstra dengan cara memukul keras air menggunakan kaki (mendorong/mengayuhkan kaki lebih keras) agar tetap menjaga berada pada sumbu datar.

   Pelajari cara menekan tubuh agar tidak keluar mengapung diatas permukaan air. Kita ketahui bahwa paru-paru merupakan sebuah kantung yang penuh dengan udara dan sangat ringan. Hal ini cenderung dapat membuat tubuh bagian atas lebih mudah mengapung atau terangkat diatas permukaan air. Pada teknik renang gaya bebas, sebaiknya kepala dan dada lebih ditekan kebawah agar memberikan keuntungan berupa menghemat usaha atau gerakan pinggul dan kaki. Dengan menekan tubuh bagian atas lebih kebawah, akan memberikan efek seperti tuas dimana tubuh bagian bawah akan sedikit terangkat keatas. Hal ini akan membuat kita lebih mudah mengayuh atau memukul air dengan kaki.

    Jangan mengangkat seluruh kepala keluar dari permukaan air hingga sesaat tiba waktunya untuk tempo pengambilan napas. Kesalahan ini sering mengakibatkan pinggul dan kaki menjadi jatuh kebawah. Putar tubuh ke sisi samping kiri atau kanan (posisi tubuh menjadi miring pada salah satu sisi) dengan diikuti sedikit putaran kepala (kesamping) hingga mulut terbebas dari air (untuk pengambilan napas). Selain itu, pada saat memutar kesamping seharusnya posisi kepala akan terasa seperti sedang berbaring menyamping dengan menggunakan bantal (air sebagai bantalannya).
4
    Cobalah untuk berenang dengan memutar tubuh dari sisi ke sisi (menyamping), dibanding dada dan perut hanya pada posisi datar. Putar tubuh dari sisi ke sisi dengan bantuan gerakan lengan baik kiri maupun kanan. Hal ini akan memungkinkan melibatkan gerakan otot besar pada punggung selain mengandalkan gerakan pada otot bahu dan dapat meningkatkan daya dorong saat berenang.

  Pada saat melakukan putaran ke salah satu sisi (kiri atau kanan), gerakan putaran tangan juga diikuti dengan gerakan putaran pinggangg dan bahu agar rotasi putaran lebih maksimal. Hal ini dapat mempermudah kepala dalam menoleh ke sisi tersebut untuk sepenuhnya dengan mudah bisa mengambil napas. Selain itu, setelah mengembalikan arah putaran kesisi sebaliknya, jangkauan lengan kedepan juga ikut lebih mudah dalam melakukan gerakan bergantian melewati kepala.

 Saat melakukan putaran ke sisi samping (dalam hal ini kita misalkan ke sisi kanan), gerakan memutar bahu dan penggang menyebabkan posisi bahu menjadi cenderung miring, dimana bahu kiri menjadi  lebih dibawah, sementara bahu kanan lebih diatas. Pada saat tersebut, putaran ke sisi samping juga diikuti dengan gerakan tangan. Pada saat bahu kanan akan berputar menjadi diatas, maka tangan kanan juga ikut bergerak menjadi tertekuk pada bagian siku. Usahakan sebaiknya mengakat siku tersebut setinggi mungkin dari permukaan air saat melakukan putaran tersebut. Untuk tangan sebelahnya (tangan kiri) tetap berada didalam air, sambil bergerak mengayuh kearah belakang (mengayuh dari lurus di depan kepala, mengayuh ke belakang) dan bukang kearah bawah. Hal ini dapat membantu terjadinya dorongan ke depan.

  Saat gerakan mengayuhkan tangan kedepan melewati kepala, seharusnya tangan menjadi tegak lurus kedepan bukan pada saat masih berada diatas air, melainkan saat pergelangan  tangan sudah masuk ke dalam air dan tubuh baru kembali dari putaran sisi samping menjadi datar. Jadi, ketika posisi putaran tubuh telah kembali dari posisi miring dari samping (menjadi datar) dan sebelum tangan akan diregangkan lurus kedepan melewati kepala, sebaiknya bagian pergelangan tangan sudah lebih dulu masuk kedalam air (saat siku masih sedikit tertekuk) dan pergelangan tangan masuk ke air dengan jarak tidak terlalu jauh dari kepala. Setelah pergelangan tangan masuk ke dalam air, barulah tangan diregangkan lurus kedepan melewati kepala, sehingga seluruhnya lengan berada di dalam air terjulur kedepan. Setelah itu barulah mengayuhkan tangan bergantian dengan tangan sebaliknya diiringi putaran tubuh ke sisi samping.
1.      Untuk menciptakan atau mendapatkan teknik renang gaya bebas yang baik, kita perlu mengeluarkan napas secara simultan saat permukaan wajah masih tetap berada di dalam air atau terendam, sedangkan menarik napas dilakukan saat posisi tubuh memutar ke samping. Hal ini sebaiknya dilakukan karena ketika berenang dengan tubuh memutar ke sisi samping, waktu untuk melakukan kedua fase pernapasan sekaligus (menarik napas dan menghembuskan napas) tidak akan cukup. Pada saat tubuh memutar kesamping fase pernapasan yang dapat dilakukan hanya fase menarik napas. Karena jika melakukan kedua fase pernapasan secara bergantian saat posisi tubuh memutar ke sisi samping, akan menyebabkan terbuangnya waktu sebelum pergantian memutar tubuh ke sisi sebaliknya. Hal ini akan membuat renang menjadi tidak efektif dan terhambat, selain itu lebih memakan waktu.
2.       
3.      Hematlah energi dengan melakukan mengayuh kaki naik turun dengan dua kali pukulan untuk (Two beat kick) pada renang dengan jarak menengah dan panjang. Dengan kata lain, kecepatan pukulan kaki sama dengan kecepatan gerakan tangan kita.
4.       
5.      Untuk sat-sat awal melakukan gerakan renang gaya bebas, sebaiknya perenang menggunakan klip penutup hidung. Tujuan penggunaan klip ini adalah untuk mencegah terhirupnya air atau masuknya air ke dalam hindung sehingga hidung menjadi perih. Hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi perenang yang akhirnya dapat merusak pola renang. Masuknya air kedalah hidung dikarenakan para pemula renang biasnya  masih belum dapat mengatur napas sesuai tempo dan ritme pengambilan napas, sehingga cenderung menarik napas menggunakan hidung walau masih sementara di dalam air sehingga dapat terhirup masuk. Setelah terbiasa, biasanya para perenang tidak lagi membutuhkan klip hidung, karena para perenang sudah mampu mengatur tempo dan ritme pengambilan napas melalui mulut dan tidak memakai hidung.




Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger