Tips Renang Gaya Dada (part 2)

Rabu, 30 November 20160 komentar

Pada artikel sebelumnya dengan judul “Tips renang gaya dada” telah dibahas posisi dasar dan gerakan kaki yang digunakan pada renang gaya dada, beserta beberapa tips lainnya. Pada artikel ini, merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, yang akan membahas beberapa tips lainnya serta membahas gerakan tangan yang digunakan pada renang gaya dada.

Tips 1
Dalam renang salah satu teknik yang penting adalah cara pengambilan napas. Proses pengambilan napas pada renang gaya dada dilakukan saat kepala pada posisi netral di atas air (sumbu kepala terhadap badan dijaga agar tetap lurus). Hal ini cenderung akan lebih terasa mudah dibandingkan dengan gaya renang lainnya.

Untuk kapan dan bagaimana proses pengambilan napasnya, hal ini tergantung dari perenang. Sebenarnya posisi kepala dapat diatur tergantung oleh perenang. Jika hanya berenang santai dan sekedar rekreasi atau refresing, perenang dapat kapan saja menjaga agar kepala tetap terus diatas air. Namun, jika perenanga ingin melakukan perlombaan atau untuk mendapatkan gerakan renang yang sempurna, maka sebaiknya kepala juga dimasukkan ke dalam air (misalnya pada fase glide atau streamline position).

Tips 2
Salah satu faktor penting dalam renang gaya dada adalah dukungan dari gerakan tangan. Gerakan tangan juga mempengaruhi terjadinya perubahan-perubahan posisi tubuh saat melakukan renang gaya dada. Pada saat melakukan renang gaya dada, posisi lengan selalu sepenuhnya berada di dalam air dan membentuk gerakan setengah lingkaran di dalam air. Dalam gerakan lengan juga berbeda pada tiap fase renang gaya dada. Terdapat lima fase gerakan lengan pada renang gaya dada, antara lain:

Fase glide

Seperti pada artikel sebelumnya, pada fase ini merupakan fase dimana tubuh meluncur ke depan. Posisi atau bentuk tubuh saat meluncur yaitu pada streamline horizontal position. Pada fase ini, lengan diregangkan memanjang kedepan melewati kepala. Jarak antara kedua tangan juga harus berdekatan, dengan telapak tangan menghadap ke bawah. Pada posisi ini kaki juga lurus ke belakang, termasuk jari-jari kaki di luruskan dengan membuat kaki meregang kebelkang pada sendi tumit. Sehingga pada akhirnya dari tangan hingga kaki, akan membentuk sumbu tubuh yang lurus segaris. Perlu di ingat, pada fase meluncur ini tangan tetap dijaga lurus kedepan, karena jika tangan tertekuk pada siku (tidak lurus) justru akan menghambat diri kita saat meluncur.
Fase Outsweep
Pada fase ini, gerakan tangan sedikit ditarik ke arah luar dan diikuti lengan yang juga bergerak ke arah luar hingga jarak antara kedua tangan melewati bahu. Perenang menjaga agar lengan dan siku tetap lurus namuntetap berada dekat dari permukaan air (namun masih di dalam air). Secara keseluruhan, pada fase ini, tubuh akan membentuk posisi seperti huruf Y. Pada fase ini tidak terjadi dorongan tubuh maju kedepan.
Fase Catch
Pada fase ini posisi lengan akan berubah dengan cara melakukan gerakan lengan dan telapak tangan  bergerak ke arah belakang. Hal ini bertujuan untuk siap dalam posisi agar lengan dapat di gunakan sebagai pendorong nantinya. 
Untuk melakukan gerakan ini, buatlah lengan menjadi rileks dengan siku sedikit tertekuk. Setelah itu siku di lebarkan kesamping melebihi lebar bahu. Kemudian lengan ditarik kearah belakang bawah sambil tetap menjaga siku di dalam air dan tidak terlalu jauh dari permukaan air. Gerakan ini dilakukan sampai lengan membentuk garis vertikal menghadap kebelakang dan telapak tangan segaris dengan lengan perenang. Fase ini tidak termasuk sebagai fase mendorng maju ke depan. Oleh karenanya, jangan menggunakan tenaga yang terlalu banyak sebelum lengan pada garis vertikal.
Fase Insweep
Selama pada fase Insweep, perenang membuat gerakan mengayun tangan ke bawah dada dan siku perenang berada pada sisi bawah samping luar tidak jauh dari tulang rusuk. Pada akhir fase insweep, telapak tangan perenang pada akhirnya harus saling berhadapan.
Fase recovery
Setelah fase insweep, maka posisi kedua tangan sudah sama-sama berdekatan di bawah dada. Setelah itu kedua tangan di luruskan kedepan (lengan bagian siku dibuat lurus kedepan) sehingga akan tampak seperti gambaran akan menusuk kedepang dengan kedua tangan. Pada saat gerakan tersebut dilakukan, kedua tangan dijaga agar tetap di dalam air, hingga siap untuk melakukan siklus gerakan selanjutnya. Pada saat itu maka posisi tubuh akan kembali pada posisi dari fase glide. Maka perenang dapat memulai siklus baru dari awal.

Pada fase Outsweep dan fase recovery, perenang tidak harus menggunakan kekuatan apapun. Karena jika melakukan gerakan fase tersebut dengan kekuatan, hanya akan membuat air terdorong ke samping dan kebawah (padahal untuk meluncur maka harusnya air terdorong ke belakang). Mengingat pada kedua fase ini tidak menghasilkan dorongan maju kedepan, membuat gerakan dengan tenaga hanya membuat diri menjadi cepat lelah.

Tips 3
Pada fase Insweep, terjadi dorongan maju kedepan, oleh karenanya pada fase ini perenang perlu menggunakan tenaga dan kecepatan dalam melakukan gerrakan lengan.
Pada fase recovery, gerakan juga harus dilakukan dengan cepat, tapi tanpa menggunakan tenaga. Mengeluarkan tenaga yanng berlebihan hanya akan dapat menghambat dorongan.

Tips 4
Pada saat melakukan gerakan renang gaya dada maka kordinasi yang baik dari prinsip gerakan tangan dan kaki adalah “Two kicks and one pull” yang artinya malakukan dua siklus kali pukulan atau gerakan kaki dan satu kali siklus atau gerakan tangan. Hal ini dapat memungkinkan perenang fokus pada pukulan kaki dan posisi streamline lebih efisien ketika tetap dibawah air.
Melakukan pukulan atau gerakan kaki selama dua siklus pada renang gaya dada, memungkinkan untuk melakukan posisi streamline horizontal lebih banyak dengan lengan yang memanjang lurus ke depan. Selain itu, perenang juga dapat fokus untuk memulai posisi streamline (pada saat fase glide) tanpa terburu-buru. Dengan melakukan pukulan kaki atau siklus gerakan kaki sebanyak dua kali, dapat membuat perenang lebih fokus dan menyadari gerakan kaki yang dilakukannya (melakukan gerakan kaki yang tepat). Hal ini membuat perenang dapat memaksimalkan pukulan kaki untuk memaksimalkan dorongan ke depan. Serta fokus pada gerakan kaki saat masuk ke fase recovery untuk meminimalkan hambatan di dalam air.

Tips 5
Untuk mendapatkan hasil latihan yang maksimal, lakukan latihan setidaknya 6 kali berulang pada kolam dengan jarak 20 m atau 25 m. Atau setidaknya latihan 2 atau 3 kali berulang pada kolam dengan jarak ukuran olimpiade (50 m). Pada saat latihan tersebut, coba juga untuk melakukan renang gaya dada dengan Two kick s and one pull, agar terbiasa melakukan dua kali siklus gerakan kaki untuk satu kali siklus gerakan tangan.






Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger