Tips Renang Gaya Dada

Selasa, 29 November 20160 komentar

Dalam bertaih renang gaya dada mungkin aan terasa sulit pada awalnya, namun sebenernya hal ini dipengaruhi oleh bentuk gerakan yang yang masih belum tepat. Mungkin untuk dasar gerakan sudah kita ketahui, namun untuk membentuk gerakan yang efisien kadang masih belum tepat, sehingga dorongan yang dihasilkan masih belum maksimal dan dapat dengan cepat membuat kita menjadi lelah. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat melatih gerakan renang gaya dada:

Tips 1
Dalam gerakan renang gaya dada, kepala selalu berada dalam posisi sejajar dengan sumbu tubuh. Kepala, leher dan tubuh akan membentuk sebuah garis lurus. Oleh karenanya, ketika proses pengambilan napas padarenang gaya dada, posisi tubuh akan cenderung sedikit miring kedepan namun tetap menjaga garis tubuh.

Pada saat mengambil napas, perlu diingat bahwa posisi kepala segaris dengan tubuh. Oleh karenanya tatapan mata tidak akan lurus ke ujung kolam, melainkan akan serong kearah depan bawah. Jangan memaksakan untuk melihat kerah depan atau ujung kolam, karena justru akan membuat kepala lebih mendongak (sumbu kepala terhadap tubuh sudah tidak sejajar), yang mengakibatkan leher mudah mengalami tegang dan terasa pegal.
Tips 2
Setelah selesai mengambil atau menghirup napas, posisi tubuh kembali tegak lurus terlentang dengan tangan diregangkan lurus di depan kepala serta kaki di luruskan ke belakang sesuai dengan garis sumbu tubuh. Pada posisi ini, kepala sudah berada didalam air dan wajah tampak melihat ke bawah atau ke dasar kolam. Posisi ini disebut dengan Streamlined Horizontal.
Berenang gaya dada secara umum ini dapat memungkinkan tubuh menjadi posisi streamline dan membuat berenang menjadi lebih cepat. Hal ini juga dapat melindungi leher dan kepala agar pada posisi netral sepanjang waktu.

Tips 3
Salah satu aspek penting dari renanggaya dada adalah penggunaan waktu yang tepat. Maksud dari hal ini adalah pada tiap perubahan posisi renang, waktu atau lamanya posisi dapat mempengaruhi efisiensi renang. Sebagai contoh, kita harus mencoba untuk merubah posisi menjadi Streamline secepat mungkin setelah melakukan tarikan napas (menarik napas). Selain itu, kita juga harus menjaga posisi Streamline Horizontal ini untuk bertahan beberapa saat, agar memungkinkan tubuh dapat meluncur maju kedepan tanpa hambatan. Namun pada saat meluncur, kita juga tidak boleh bertahan terlalu lama, karena secara perlahan kecepatan maju akan berkurang dan akhirnya berhenti bila siklus perubahan posisi ini tidak dilakukan simultan.

Tips 4
Pukulan ayunan kaki pada gerakan renang gaya dada memiliki seluk-beluk tersendiri yang perlu diperhitungkan agar menghasilkan pukulan kaki yang efisiensinya dapat maksimal. Mungkin gerakan kaki pada gaya dada bisa saja terlihat sederhana, namun ternyata dapat lebih rumit dari yang dikira. Sebenarnya terdapat enam fase gerakan kaki yang harusnya dilakukan pada saat renang gaya dada, antara lain:

Fase posisi awal (Glide)
Pada fase posisi awal, gerakan yang dibentuk berupa posisi meluncur. Pada posisi ini, lengan di regangkan secara lurus jauh kedepan melewati kepala dan sumbu tangan sejajar dengan sumbu tubuh. Pada tungkai bawah, posisi kaki juga di regangkan lurus ke belakang, termasuk bagian pergelangan kaki juga diregangkan lurus kebelakang (termasuk jari-jari kaki), sehingga hasilnya akan tampak dari jari kaki menuju badan dan tangan akan membentuk sembu yanng segari lurus. Pada posisi ini kepala juga pada posisi netral yaitu wajah akan melihat lurus kebawa (dasar kolam.

Fase recovery
Fase ini merupakan fase setelah fase awal (glide), dengan posisi kepala dan bahu mulai terangkat ketas keluar dari air dan pinggul menjadi sedikit congdong turunn masuk lebih dalam ke air. Gerakan kaki yang awalnya dari lurus meregang menjadi mulai  tertekuk pada bagian lutut, sehingga pergelangan tumit kaki semakin mendekati bokong. Pada saat melakukan fase ini, lutut harus dijaga agar keduanya tetap tidak saling bertemu. Pada saat memasuki akhir fase recovery, posisi sendi panggul juga sedikit tertekut, sehingga paha akan tampak condong ke arah bawah (sumbu paha terhadap tubuh sudah tidak simetris), sambil kakin dijaga pada lutut yang terus semakin ditekuk, membuat pergelangan tumit semakin mendekat bokong
Fase Catch
Selama pada fase catch, posisi kaki berpindah atau berubah menjadi ke posisi dimana kaki siap untuk mendorong air.  Jadi ketika pada akhir fase recovery (dimana kaki sudah dekat dengan bokong), dilajutkan pada fase ini dengan membuka kedua lutut (jarak antara lutut satu sama lain menjauh) diikuti dengan kaki (bagian pergelangan) membentuk gerakan memutar keluar atau kesamping. Sehingga akan tampak gerakan dimana kaki bagian dalam kaki akan menghadap kebelakan dan jari kaki akan serong menghadap ke sisi luar atau samping.
Fase Outsweep
Setelah fase catch, kita harus membuat gerakan kaki sedikit menyapu kebelakang (lutut sudah tidak terlalu tertekuk seperti pada fase sebelumnya) dan kedua kaki tetap di jaga membuat gerakan keluar atau sisi samping. Sehingga kaki bagian dalam dan tungkai bawah akan seperti mendorong air.
Fase Insweep
Pada fase ini (setelah fase Outsweep), kita akan memanjangkan kaki kebelakang (lutut akan semaki membentuk sudut lurus), dan bersiap membuat gerakan menyapu atau mendorong ke dalam. Pada saat yang sama, bagian pergelangan yang pada fase sebelumnya dibuat membuat gerakan kmemutar keluar, kali ini dibuat menjadi memutar ke dalam. Pada akhir fase insweep, kedua kaki harus memukul saling merapat (sehingga menjadi lurus seperti posisi  fase glide) dan kedua kaki akan hampir bertemu.
Fase leg lift (back into glide)

Setelah pada akhir fase Insweep, dimana kaki menjadi lurus. Maka  bagian kaki akan bergerak pada pergelangan membuat ujung-ujung jari kaki akan lurus ke arah belakang (sejajar sumbu tubuh). Pada tahap ini posisi tubuh sudah kembali ke posisi fase glide dan meluncur maju ke depan dengan posisi stremline position.
Pada akhir fase ini, maka kita telah melakukan gerakan renang gaya dada untuk satu siklus. Setelah itu bersiaplah kembali untuk melakukan siklus selanjutnya dengan melakukan gerakan yang sama secara berulang sesuai urutan fasenya.
Tips 5
Pada akhir fase recowery dan bersiap masu ke fase catch, saat ini posisi tubuh yakni dalam keadaan miring (bahu dan kepala berada diatas permukaan air) dan kepala memebntuk garis lurus dengan tubuh dan miring ke depan. Pada saat ini, buatlah panggul menjadi rileks menekuk agar mudah membuat gerakan untuk mendekatkan kaki (pergelangan) mendekati bokong. Namun ingat bahwa jangan terlalu berlebihan agar menjaga kaki tetap berada dibawah permukaan air.

Tips 6
Latihan renang gaya dada dapat dilakukan di rumah, dimana kita berlatih membuat gerakan kaki di rumah. Latihan dasar berupa membuat pukulan kaki atau ayunan kaki dalam renang gaya dada. Hal ini jika rutin dilakukan berulang, maka kita akan dengan mudah mengingatnya sendiri. Setelah itu, ketika kita turun langsung ke kolam dan mempraktekkannya akan terasa lebih mudah.





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger