Tips Renang Gaya Kupu-Kupu

Kamis, 01 Desember 20160 komentar

Dalam belajar menggunakan teknik renanggaya kupu-kupu, hal dasar pertama yang perlu dikuasai adalah mempelajari dan menguasai gerakan tubuh seperti sebuah gelombang. Jika gerakan gelombang tubuh ini dikuasai, maka pukulan kaki berupa gerakan lumba-lumba dan gerakan lengan akan tampak menjadi kelihatan natural.

Tips 1
Untuk melakukan gerakan tubuh seperti gelombang, maka hal pertama dalam mempelajarinya adalah mengapung secara horizontal dengan seluruh dada tetap berada di dalam air. Kepala dijaga pada posisi netral (tegak lurus atau sejajar dengan sumbu badan), dengan wajah menghadap ke bawah atau dasar kolam. Pada bagian lengan, dibuat meregang lurus kedepan melewati kepala. Sementara kaki meregang lurus ke arah belakang (termasuk bagian pergelangan tumit) dengan kedua kaki saling berdekatan.

Tips 2

Setelah pada posisi mengapung horizontal, maka perenang siap untuk melakukan gerakan tubuh menyerupai gelombang (Undulation movement). Pertama-tama tekan dada ke arah bawah kurang lebih beberapa inci, lalu dilepaskan kembali naik keatas. Pada saat dada dilepaskan kembali keatas, maka pinggul kemudian ditekan ke arah bawah di dalam air (seperti menekan dada sebelumnya). Setelah itu lepaskan kembali pinggul ke atas. Lalu dilanjutkan kembali menekan dada ke bawah seperti sebelumnya. Metode ini diaplikasikan bergantian dengan ritme yang sesuai dalam menekan dan melepas bagian dada dan pinggul secara bergantian, sehingga terciptalah gerakan menyerupai gelombang.
Biasanya gelombang yang di bentuk (menekan dan melepas tekanan) oleh dada biasanya lebih besar dibanding dengan gelombang pada bagian pinggul. Perlu diingat bahwa dalam melakukan gerakan gelombang ini, tubuh perlu dijaga agar tidak langsung keluar dari permukaan air, kecuali pada saat melakukan gerakan renang gaya kupu-kupu pada saat naik mengambil napas diatas permukaan air.

Tips 3
Ketika melakukan gelombang dada, dimana dada ditekan ke bawah, maka perenang harus memiringkan kepala perenang sedikit ke depan bawah, seperti membuat gerakan mengangguk. Sebaliknya ketika dada dilepas keatas, maka kepala perenang bergerak kembali keatas dengan bentuk sedikit mendongak.

Tips 4
Dengan melakukan gerakan kepala yang tampak sederhana, maka secara tidak langsung ternyata gerakan tersebut dapat membantu membuat gelombang tubuh dan dapat membantu dalam gerakan mendorong ke depan. Namun perlu diingat bahwa dalam melakukan gerakan kepala ini, kepala tidak boleh bertgerak terlalu berlebihan agar dapat menghindari terjadinya  rasa tegang pada leher.

Tips 5
Perlu diingat, dalam melakukan gerakan renang gaya kupu-kupu terdapat siklus gerakan yang digunakan untuk bernapa dan menahan napas. Selama siklus pernapasan, perenang dapat mengangkat kepala lebih kebelakang (mendongak) untuk membersihkan air pada wajah dan dapat bernapas dibandingkan dengan gerakan kepala pada saat menahan napas.

Tips 6
Dalam melakukan renang gaya kupu-kupu akan sangat melelahkan, terutama jika perenang melakukannya dengan teknik yang belum tepat. Jadi manfaatkan waktu terlebih dahulu untuk memperlancar gerakan kaki seperti lumba-lumba dan gerakan tubuh yang menyerupai gelombang sampai benar-benar siap untuk diterapkan.

Tips 7
Dalam melakukan gerakan renang gaya kupu-kupu, membuat tubuh menjadi rileks dan lentur (fleksibel) pada bagian bahu dan punggung sangat perlu. Namun menguasai gerakan gelombang tubuh adalah kunci utama sebelum  saatnya melakukan gerakan lengan dan ayunan atau gerakan lumba-lumba pada kaki.

Tips 8
Gerakan tangan pada renang gaya kupu-kupu juga berbeda dengan renang gaya lainnya. Ada beberapa fase yang perlu diterapkan untuk melakukan gerakan tangan:

Fase entry
Pada fase ini, posisi tangan masuk ke dalam air setelah fase recovery  dan melewati kepala. Lengan di buat lurus kedepan atau sedikit tertekuk di siku. Pada fase ini, jarak kedua lengan harus selebar bahu atau bahkan sedikit lebih kurang. Posisi telapak tangan dibuat menghadap ke bawah atau dapat juga sedikit menghadap keluar.

Fase extension forward
Setelah lengan masuk di dalam air, lengan dilebarkan dan diregangkan untuk sesaat karena adanya gerakan dada ke bawah (gerakan gelombang) dan maju ke depan.

Fase Outsweep
Pada fase ini, perubahan gerakan lengan dari fase extension forward ke posisi dimana lengan bawah dat telapak tangan diubah menjadi menghadap ke belakang. Pada saat melakukan gerakan ini, lengan bergerak ke arah luar sambil menekan ke bawah menuju ke arah belakang. Pada gerakan ini  siku sedikit tertekuk dan dijaga agar tidak jauh dari permukaan air.

Fase Catch
Pada fase ini, telapak tangan dan lengan sejalan menghadap ke belakang dan sedikit kebawah. Siku tetap sedang tertekuk dan tangan harus selebbar bahu pada saat melakukan gerakan ini. Pada fase ini merupakan awal terjadinya dorongan.

Fase Insweep
Pada fase ini, tangan bergerak ke arah dalam dan belakang lalu menuju kearah atas, serta osisi bahu lebih tinggi dari dada. Telapak tangan juga mengikuti menghadap sperti gerakan lengan dengan siku yang masih tertekuk bergerak mendekati tulang rusuk.

Fase Upsweep
Pada fase ini tangan bergerak dari bawah dada menuju pinggul. Telapak tangan memutar menghadap ke belakang dengan siku tetap masih tertekuk dan bergerak menjauhi tulang rusuk.

Fase Release
Fase ini terjadi ketika tubuh pada titik tertinggi dari gerakan gelombang dimana bauh keluar dari air. Pada fase ini lengan harus terangkat keluar dari air sebelum siku diluruskan. Urutan lengan yang keluar dari air meliputi: Bahu, siku, lengan, dan tangan (Jari yang terangkat keluar pertama adalah jari kelingking). Pada fase ini telapak tangan di bengkokkan pada pergelangan dan menghadap ke dalam saat keluar dari air.


Fase recovery
Pada fase ini merupakan lanjutan dari fase releas, dimana lengan bergerak maju membuat gerakan setengah lingkaran dan gerakan tersebut dilakukan diatas permukaan air. Pada awalnya telapak tangan menghadap ke atas sambil menggerakan lengan setengah lingkaran perlahan-lahan telapak tengan memutar menjadi menghadap ke bawah. Pada awal fase recovery, siku sedang dalam keadaan tertekuk lalu secara perlahan menjadi lurus pada akhir fase.
Tips 9
Dalam melakukan gerakan renang gaya kupu-kupu, maka pada tangan akan tampak terlihat gerakan seperti pola lubang kunci. Hal ini dikarenakan pada fase Outsweep tangan akan melebar,  lalu kembali berdekatan sambil bergerak di bawah dada, lalu melebar lagi sabil bergerak menuju ke arah pinggul.

Tips 10
Kecepatan lengan di dalam air terjadi setelah fase catch dan juga merupakan yang tercepat termasuk saat fase Upsweep. Oleh karenanya, momentum pada fase ini perlu dimanfaatkan untuk mengayun (membuang) lengan keluar dari air  lalu dilanjutkan fase recovery.

Tips 11
Seperti pada tips sebelumnya, salama pada fase outsweep, jangan menggerakkan seluruh tangan anda saat menuju gerakan ke panggul. Lakukan lebih dulu mengeluarkan sedikit lengan dari permukaan air dengan siku masih sedikit tertekuk, lalu melakukan gerakan tersebut.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Portal Renang dan Selam Terlengkap di Indonesia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger